Friday, July 12, 2013

REGRET

Ini adalah cerita tentang seorang gadis yang pendiam. Kehadirannya tidak berpengaruh bagi orang-orang. Kalimat “Ga ada lo ga rame” tidak pernah terucap baginya. Meskipun dia adalah gadis yang baik, tapi tidak ada yang menyadarinya. Tidak ada yang menghargai arti kehadirannya. Bahkan laki-laki yang sangat disukainya, tidak pernah menyadari bagaimana pentingnya laki-laki itu untuk gadis terebut. Namun bila suatu hari mereka menyadari arti kehadiran gadis ini, mungkin semuanya akan sangat terlambat dan yang tersisa hanya penyesalan.

Kisah ini dimulai disuatu pagi, tanggal 25 Juni 1996, ketika seorang bayi kecil datang ke dunia. Seorang bayi perempuan yang manis dan tak berdaya. Sebuah kehidupan baru akan memulai perjalanannya di dunia ini. Gadis kecil ini bernama Candie, yang artinya adalah terang. Ketika dewasa nanti, tentulah gadis ini diharapkan menjadi terang bagi sesamanya, dan terang bagi dunia.

Gadis ini tumbuh besar dalam keluarga yang baik. Dia memiliki seorang kakak perempuan yang juga menyayanginya. Meskipun tidak jarang mereka bertengkar, tapi pada akhirnya tidak ada yang bisa memisahkan kedekatan mereka. Dia juga memiliki banyak teman yang baik, meskipun ketika kelas 4 SD, dia berkumpul dengan teman-teman yang kurang baik dan menyebabkan kekacauan dalam dirinya. Ketika ia beranjak ke bangku SMP, dia mulai menjadi anak yang baik lagi dan bahkan lebih baikdari sebelumnya. Dia menjadi rajin belajar dan memiliki budi pekerti yang baik pula.

Semuanya berjalan baik selama 3 tahun perjalanan hidupnya di SMP. Namun, kehidupan sesungguhnya baru dimulai, ketika Candie beranjak ke bangku SMA. Dia ingin menjadi pribadi yang baru. Yang ceria, yang menyenangkan, memiliki banyak teman, dan tidak pendiam lagi. Dia sering sekali membantu teman-temannya yang sedang dalam kesusahan, seperti ketika ada tugas dari guru bahasa mereka untuk tugas kelas. Gadis ini ingin membantu teman-temannya sehingga pada akhirnya, ia yang mengerjakan semuanya sendirian sementara teman-temannya hanya bias menagih jawaban. Tetapi ketika tugas itu selesai, orang-orang tidak lagi mengingat kebaikannya. Memang apa mau dikata ketika kebiasaan menjadi kepribadian. Begitu sulit untuk menjadi anak yang supel. Tidak jarang pula ia merasa iri dengan teman dekatnya yang begitu banyak disukai orang-orang. Tapi ia juga bahagia, karena ia akhirnya mendapatkan pacar pertamanya. Kisah kasih di sekolah. Begitu indah katanya. Namun seiring berjalannya waktu, seorang gadis penurut hanya akan dimanfaatkan oleh banyak orang tak ketinggalan, kekasih hatinya sendiri. Laki-laki itu sering meminta bantuan pada si gadis ini. Meminta ini itu dan membebani si gadis ini, sampai pada akhirnya, laki-laki ini meninggalkan ia dengan alas an “bosan”.

Dunia memang kejam. Ketika pada akhirnya gadis ini menemukan seorang laki-laki yang begitu mencintainya, gadis ini tidak bisa menerima si laki-laki ini sepenuh hatinya, karena di hatinya, ia tidak merasakan hal yang sama. Setelah 9 bulan mereka menjalin asmara, gadis ini kemudian menyudahi hubungannya karena pada akhirnya, gadis ini merasa terbebani karena tidak bisa memberikan cinta seperti yang telah diberikan kepadanya. Dan pada sisi yang lain, gadis ini menemukan tambatan hatinya seorang laki-laki yang menarik perhatiannya. Laki-laki ini berbeda 5 tahun dengannya. Pertemuan pertamanya adalah di sebuah pelatihan kewirausahaan. Ia begitu menyukai laki-laki ini. Matanya selalu tertuju padanya. Laki-laki inipun memberika suatu respon yang positif. Gadis ini terus berjuang mengejar cintanya. Tapi pada akhirnya, kasih tak sampai, berbuah kesedihan semata. Laki-laki ini tidak menghiraukan dia lagi. Dunianya terasa runtuh perlahan-lahan.

Gadis ini tetap melanjutkan hidupnya. Namun tidak seindah dahulu. Dia terus berbuat baik bagi sesamanya, namun semuanya hanya terasa seperti rutinitas belaka. Tidak ada lagi cinta dalam hatinya yang dingin. Terang sinarnya semakin memudar. Penyakit yang dulu dideritanyapun, perlahan-lahan kembali menyelinap keluar, menyapa si “kawan lama”.

Gadis inipun mulai menghabiskan harinya di kamar rumah sakit. Hari-hari yang membosankan ditemani dengan obat-obatan. Tidak ada seorang temannya yang peduli. Dan tidak ada kabar dari laki-laki pujaannya yang terus ia tunggu. Sementara tubuh gadis ini semakin melemah, tidak kuat menahan sakit yang berat. Hingga pada suatu malam, malaikat datang menjemput gadis ini. Menjemputnya pulang ke “rumah”.

Satu tahun berlalu sejak kepergian si gadis. Teman-temannya baru menyadari betapa penting kehadiran seorang gadis yang begitu baik kepada mereka. Yang begitu mengasihi mereka. Namun terlambat.

Dan laki-laki yang begitu dipuja oleh gadis ini. Laki-laki yang ditemuinya di pelatihan, menghubungi gadis ini kembali, meskipun sekrang, tidak akan ada lagi yang membalas. Tidak akan ada lagi tawa riang yang begitu senang menerima pesan dari laki-laki ini. Semuanya telah terlambat.

Semua orang jarang melihat kehadiran sesama kita yang begitu baik dan begitu berharga. Kita terus mencari kesenangan kita sendiri dan tidak peduli dengan cinta dari sesama kita. Kita tidak menyadari, bahwa sebenarnya merekapun ingin mendapat cinta kita. Terkadang, berhentilah sesaat dan lihat apa yang ada disekitar kita. Apa yang kita miliki. Sadari sebelum semua terlambat dan menjadi penyesalan yang sia-sia.


Wednesday, July 3, 2013

request lu ser. hahaha

Cinta itu..
Membiarkan seseorang memegang pisau buat nyakitin kita,
tapi sekaligus pemegang obat untuk setiap luka kita..
Konyol..
Tapi itulah yang aku rasakan..
Aneh..
Tapi itulah kenyataannya.


Akhir-akhir ini, ada yang mengganggu pikiranku. Sejak pertemuanku dengan “dia” beberapa hari lalu, perasaanku semakin ga menentu. Aku terus teringat wajahnya. Dadaku berdebar keras ketika mengingat setiap pembicaraan yang terjadi antara kami. Sakit perut ketika dia ga jauh dariku. Dan aku sangat mengharapkan BBM darinya. Menunggu walaupun hanya penantian belaka. Dia. Ya, dia. Seorang laki-laki berkacamata dan baik. Entah sejak kapan, aku diam-diam sering memperhatikannya. Orang bilang, ini cinta. Cinta? Hanya dalam beberapa hari saja bisa jatuh cinta? Aneh. Sepertinya aku memang tidak pernah mengenal apa itu cinta.

Hari-hariku berjalan normal seperti biasa. Tidak ada yang menarik. Minggu lalu aku baru putus dengan pacarku setelah 9 bulan kita bersama. Alesan putus? Gampang saja, aku udah ngerasa ga cocok, bahkan dari bulan-bulan sebelumnya. Dia tidak bisa menghargai seorang perempuan. Apa yang harus dipertahankan dari itu. Dia bilang itu cinta. Rasanya aneh. Sepertinya aku memang sudah malas dengan cinta. Cinta cuma membawa sakit hati dan penderitaan. Menyedihkan..

Liburan kenaikan kelas kali ini sangat menyedihkan. Selain putus, aku juga tertarik dengan laki-laki yang tidak tertarik denganku. Tapi kenapa rasanya begitu berat melepaskan dia ya..? orang yang belum lama kutemui itu. Perasaan ini terasa begitu nyata. Begitu juga sakitnya. Aku bahkan tidak merasa sedih ketika aku berpisah dengan pacarku. Aku justru sedih karena “dia” tidak begitu menanggapi chat yang dengan penuh keberanian kucoba memulainya duluan. Padahal selama pertemuan kami beberapa hari ini, dia terlihat menunjukkan tanda positif. Tuh kan, cinta memang aneh.
Temanku bilang,”lu tuh ada harapan tau sama dia. Coba aja terus!”. Padahal kenyataannya, semakin aku mencobanya, semakin aku sendiri yang tersakiti. Hanya aku yang berjuang seorang diri. Tuhan.. hidup itu memang tidak adil ya..

***

Seminggu berlalu. Aku masih menyukai laki-laki yang sama. Seorang yang memberiku harapan palsu. Dia. Ya, orang yang sama dengan waktu itu. Orang yang membuatku berdebar setelah sekian lama aku tidak lagi merasakan berdebar keras seakan mau meledak. Orang yang membuatku tersenyum dalam penantianku. Setiap lembar foto yang menunjukkan kebersamaan kita, semuanya hanya menjadi kenangan manis yang menyayat hati.

Semakin aku mencoba, semakin kamu menjauh. Aku tidak mengerti lagi. Apa yang kamu inginkan? Bahkan Tuhan pun tidak ingin aku tahu apa rencana-Nya terhadapku sehingga aku tidak tahu apa yang harus kuperbuat. Yang bisa kulakukan, hanya menanti. Menanti suatu jawaban dari ketidakpastian. Mungkin benar kata orang. Aku sungguh telah jatuh cinta. Karena aku tidak bisa merelakannya. Karena aku membiarkannya memegang kendali atas perasaanku. Memegang pisau untuk melukaiku namun terus berharap dia tidak akan melukaiku dan membantuku menyembuhkan luka-lukaku. Karena cinta, membuatku menyukai luka yang disebabkan olehnya.